
Salah satu dari sedikit band Metal tenar di Bali yang digawangi 5 pemuda pemberontak ini sebenarnya mengawali kiprahnya pada 2002 di jalur Hardcore–utamanya a la Rykers, Hatebreed, Earth Crisis, Morning Again dan Strife. Seiring waktu, melalui jam terbang manggung yang makin banyak, pelan tapi pasti unsur Metal mulai merasuki orbit musik Parau.
Eksistensi band cadas terhormat macam Ark Angel, Pantera, Black Dahlia Murder, All Shall Perish hingga Lamb of God, makin hari makin kerap merecoki playlist pribadi masing-masing personel sampai akhirnya Parau benar-benar bertransformasi menjadi band Metal. Dan resep Metal racikan Parau bisa dikategorikan cukup spesifik: penulisan lirik berfondasi pada “Tri Hita Karana” (hubungan horizontal antar sesama manusia, manusia dengan alam; serta vertikal antara manusia dengan Sang Pencipta), diiringi distorsi berat, beat menghentak pemicu adrenalin, dus tetap setia pakem “enak didengar dan dinikmati”.
Sebuah manuver yang tentu tidak mudah. Namun oleh Parau mampu dieksekusi dengan baik. Publik muda pun meresponsnya dengan penuh gairah. Undangan manggung deras mengalir. Baik di tingkat lokal maupun Pulau Jawa. Malah kalau di Bali, setiap pertunjukan berbalut tema Metal bisa dibilang Parau hampir pasti dihadirkan untuk turut berperanserta memeriahkan acara. Sampai sebegitunya.
Personnel:
1. Ghigox (Vocal)
2. Onche (bass)
3. Dey (gitar)
4. Vena (gitar)
5. Winz (drum)
1. Ghigox (Vocal)
2. Onche (bass)
3. Dey (gitar)
4. Vena (gitar)
5. Winz (drum)
0 komentar:
Posting Komentar